INFO TERBARU - Diseminasi Direktorat Pembinaan SMA 2017, Sosialisasi Informasi dan Koordinasi Program Prioritas Tahun 2017.
Sesuai
dengan Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, di tahun
2017 ini Direktorat Pembinaan SMA akan menjalankan program yang menjadi
prioritas dalam pembangunan pendidikan di Indonesia. Program prioritas
yang akan dicapai adalah peningkatan akses pendidikan yang merata,
peningkatan kualitas dan relevansi pendidikan untuk mendukung daya saing
bangsa, pelestarian dan mengembangkan kebudayaan dan kebahasaan, serta
penguatan tata kelola pembangunan dan kebudayaan.
Dalam melaksanakan program-program
tersebut, Direktorat PSMA tentunya memerlukan dukungan pemerintah daerah
seperti Dinas Pendidikan Provinsi serta Unit Teknis perwakilan pusat di
daerah seperti Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP). Untuk
tercapainya target tersebut, Direktorat PSMA perlu melakukan sosialisasi
program yang dimiliki melalui kegiatan bertajuk “Diseminasi Program SMA
Tahun 2017” dengan mengundang perwakilan dari Dinas Pendidikan Provinsi
dan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) di Indonesia.
Kegiatan yang diselenggarakan dari hari
Kamis, 16 Februari hingga Sabtu, 18 Februari 2017 tersebut diawali
dengan laporan yang disampaikan oleh Kasubdit Program dan Evaluasi,
Suhadi, ketua panitia. Dalam laporannya, Suhadi menyampaikan tujuan
penyelenggaraan kegiatan diseminasi program PSMA 2017 untuk
mensosialisasikan seluruh program yang dilaksanakan oleh kementerian
pendidikan dan kebudayaan, khususnya yang dilaksanakan oleh Direktorat
PSMA kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi dan Lembaga Penjaminan Mutu
di seluruh Indonesia.
Secara khusus, tujuan diselenggarakannya
kegiatan tersebut adalah untuk mensosialisasikan informasi kebijakan
umum pembangunan pendidikan SMA tahun 2017, informasi program dan
kebijakan implementasi Kurikulum 2013, kebijakan program Kelembagaan dan
Sarana Prasarana tahun 2017 serta sosialisasi dan koordinasi
pelaksanaan program Peserta Didik tahun 2017. Selain hal-hal tersebut,
kegiatan diseminasi ini juga bertujuan untuk mensosialisasikan informasi
DAK tahun 2017 serta koordinasi pelaksanaan penyaluran BOS dan PIP SMA
tahun 2017. Sosialisasi sistem pengawasan dan pengendalian anggaran
tahun 2017 Kemendikbud, sosialisasi program penjaminan mutu pendidikan
serta sosialisasi informasi data pokok pendidikan tahun 2017 juga
disampaikan dalam kegiatan yang berlangsung di hotel Aston Imperial
Bekasi ini.
Peserta yang diundang meliputi 34 Kepala
Bidang SMA Dinas Pendidikan, 33 Kepala Lembaga Penjaminan Mutu seluruh
Indonesia, 34 Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan
Provinsi, 34 Pejabat Pembuat Komitmen Kegiatan Pembinaan SMA tahun 2017,
34 orang penannggung jawab BOS SMA tahun 2017. Total undangan 169
orang.
Selanjutnya kegiatan dibuka secara resmi oleh Hamid Muhammad,
Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan
Menengah pada pukul 17.00. Dalam sambutannya, Dirjen menyampaikan
beberapa poin penting seperti bagaimana mengurangi disparitas layanan
pendidikan bagi anak-anak di seluruh Indonesia. Salah satu instrumennya
adalah melalui Kartu Indonesia Pintar yang dibagikan kepada siswa kurang
mampu agar dapat menyelesaikan pendidikan SMA. Dirjen meminta agar
juknis-juknis PIP dipelajari betul agar dapat membantu program
terlaksana dengan baik. Dua hal yang perlu diperhatikan adalah masalah
data, yang untuk tahun ini Kemensos akan diminta untuk melakukan
validasi data dari Dapodik, dan daerah 3T (terdepan, terpencil dan
tertinggal), yang jumlahnya ada 122 kabupaten dengan jumlah desa
terpencil sekitar 15.000 dan perlu diberi akses pendidikan. Dijelaskan
juga, KIP yang tahun sebelumnya dikirim ke alamat rumah tangga, untuk
tahun ini akan dikirim ke sekolah-sekolah. Mengingat SMA kini sudah
menjadi kewenangan provinsi, diingatkan agar dipetakan mana wilayah yang
perlu dibangun sekolah baru dan mana wilayah yang sudah jenuh.
Hal selanjutnya yang ditekankan adalah
perlunya memperhatikan mutu pendidikan SMA sebagai institusi pendidikan
yang menyiapkan siswa untuk melanjutkan ke perguruan tinggi, oleh karena
itu masalah mutu pendidikan harus ditangani dengan baik. Hal yang perlu
diperhatikan terkait dengan peningkatan mutu pendidikan adalah
kompetensi kepala sekolah, sebab kepala sekolah menentukan maju tidaknya
suatu sekolah, sementara guru yang kompeten akan menentukan anak
menjadi pintar. Guru perlu dilihat kecukupan dan kompetensinya. Dua hal
tersebut tidak dapat dipisahkan; masalah peningkatan mutu perlu
pengelolaan yang profesional. Meski SMA sudah menjadi kewenangan
provinsi, disampaikan bahwa dalam pengelolaan, ada empat hal yang masih
merupakan kewajiban Kemendikbud, yaitu masalah kurikulum, penilaian
pendidikan, akreditasi sekolah dan pembinaan karir guru.
Dirjen selanjutnya mengingatkan bahwa
meski sekarang ini kurikulum adalah area yang dianggap sudah berjalan
dengan baik, masih cukup banyak SMA yang belum melaksanakan pembelajaran
sesuai dengan yang diharapkan, yang pada akhirnya tentu saja akan
berimplikasi pada kualitas pendidikan SMA. Karena tidak seluruh lulusan
SMA dapat melanjutkan ke Perguruan Tinggi, maka pendidikan SMA juga
diharapkan dapat mempersiapkan siswa yang tidak melanjutkan dengan life skill
yang dibutuhkan sehingga dapat menjadi bekal bagi siswa tersebut. Untuk
itu, diharapkan Direktorat Pembinaan SMA meneruskan program yang
memberikan life skill tersebut agar lulusan SMA yang tidak
dapat melanjutkan ke perguruan tinggi juga dapat bertahan ditengah
persaingan ketat di era globalisasi ini.
Pada akhir sambutannya, Dirjen
menyampaikan permintaan Presiden untuk menghidupkan kembali program SMA
berasrama. Setiap sekolah diharapkan dapat memiliki SMA dengan kualitas
seperti SMA Taruna Nusantara. Untuk daerah terpencil, akan dibangun
asrama siswa yang pembangunannya akan dikeolal oleh Kementerian
Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat, perumahan guru akan dibantu oleh
Kementerian BUMN, jaringan listrik dibantu oleh Kementerian ESDM dan
jaringan internet oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.
Diharapkan setiap provinsi memiliki satu SMA yang menjadi percontohan.
Selain membangun sekolah, provinsi juga dapat mengoptimalkan sekolah
yang sudah ada untuk dijadikan center of excellence dengan sistem asrama.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur
Pembinaan SMA, Purwadi Sutanto, juga berkesempatan menyampaikan
sambutannya, yang menekankan pentingnya penguatan pendidikan karakter,
termasuk masalah literasi yang tertuang dalam Permendikbud nomor 23
tentang penguatan budi pekerti yang mewajibkan adanya kegiatan membaca
selama 15 menit sebelum pelajaran dimulai pelajaran. Bagaimana
membangkitkan semangat tersebut merupakan tanggung jawab bersama yang
perlu ada sinergi bersama, sehingga sesuai dengan slogan Maju Bersama,
Sukses Semua.
Kegiatan selanjutnya diisi dengan
paparan-paparan yang disampaikan oleh sejumlah narasumber. Sesi pertama
diisi dengan paparan Informasi Kebijakan Umum Pendidikan SMA Tahun 2017
oleh Kasubdit Program dan Evaluasi, Suhadi, yang menyampaikan tentang
tujuan SMA untuk membawa peserta didik ke jenjang yang lebih tinggi
serta profil SMA yang meliputi jumlah, sebaran, akreditasi, kurikulum,
rombel SMA serta capaian program 2016. Selain itu, Kasubdit Program
juga menjelaskan tentang isu-isu yang ada d Direktorat Pembinaan SMA,
seperti akses, daya tampung, kerusakan sarana belajar, kekurangan
peralatan pendidikan, pembiayaan biaya pendidikan, mutu pembelajaran
yang belum maksimal dan merata, bahan ajar dan guru, disparitas
pendidikan antar daerah, pembentukan karakter/pencegahan kekerasan.
Dalam sesi berikutnya, Kasubdit
Kurikulum, Eko Warisdiono, menyampaikan paparan Informasi Program
Implementasi Kurikulum 2013 Tahun 2017, yang menyampaikan tentang
rencana pelaksanaan kegiatan penyegaran Instruktur Nasional di setiap
provinsi serta fokus untuk memperkuat pembelajaran dan penilaian. Sesi
dilanjutkan dengan paparan Kasubdit Kelembagaan dan Sarana Prasarana,
Harizal, yang menjabarkan tentang peran Subdit dalam persiapan Wajar 12
Tahun yang meliputi ketersediaan Unit Sekolah baru (USB), Ruang Kelas
Baru (RKB), Ruang Perpustakaan, Ruang Lab. IPA dan TIK, Rehab Ruang,
Peralatan IPA dan TIK, renovasi Bangunan seta bantuan Prasarana lainnya.
Paparan terakhir dari Subdit Peserta Didik yang disampaikan oleh
Kasubdit Suharlan menguraikan tentang Program Peserta Didik untuk tahun
2017 serta menekankan bahwa Subdit Peserta Didik akan mengawal betul
Program Indonesia Pintar, yang merupakan Program Presiden.
Pada akhir kegiatan diseminasi ini,
peserta dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu Kelompok 1 yang terdiri dari
para Kepala Bidang dan Kepala LPMP dengan materi pembahasan Isu-isu
Prioritas Pendidikan; Kelompok 2 yang terdiri dari Kepala Seksi Sarana
dan Prasarana yang membahas tentang Bantuan Fisik dan Prasarana, LOKUS
DAK, APBN dan APBD; Kelompok 3 yang meliputi Pejabat Pembuat Komitmen
(PPK) Dekon SMA Tahun 2017 yang membahas Rencana Pelaksanaan Dekon SMA
Tahun 2017, dan Kelompok 4 yang merupakan kelompok Penanggung Jawab BOS
dengan materi pembahasan Evaluasi Penyaluran BOS 2016 dan Persiapan
Penyaluran BOS Tahun 2017.
Kegiatan ditutup oleh Kasubdit Program
dan Evaluasi, Suhadi, pada hari Sabtu, 18 Februari 2017. Sebelum menutup
acara, Kasubdit mengingatkan agar dana bantuan yang diterima, baik BOS,
RKB, USB, Rehab, dan sebagainya dapat dimanfaatkan secara optimal serta
berharap dapat bersama-sama menghasilkan program-program intervensi SMA
yang akan dilakukan.
Sumber : psma.kemdikbud

Post a Comment